Di bawah langit senja yang perlahan menguning di Jeruklegi, Cilacap, seorang ibu rumah tangga bernama Bu Santi sedang menata kue-kue kecil di meja depan warungnya. Ia tersenyum lebar saat melihat sekelompok anak muda berlari masuk, terburu-buru mencari tempat untuk menikmati camilan sore. "Mbak, martabak bangkanya sudah siap?" tanya salah satu remaja sambil menghela napas. Bu Santi tertawa kecil, "Sudah, tunggu sebentar lagi!"

Sejarah yang Mengalir dari Kebiasaan Lokal

Martabak bangka girinoto tidak hanya sekadar kuliner, tapi juga bagian dari kebiasaan warga Cilacap yang sudah lama menjadi tradisi. Di daerah Jeruklegi, yang terletak di sepanjang Raya Cilacap-Wangon, makanan ini sering menjadi teman ngobrol di sore hari atau disantap bersama kelu